Senin, 24 November 2014

Optimalkan Norisring, Red Bull Ring, dan Hockenheim

Sean Gelael nyaris meraih poin di setiap race yang berlangsung di seri Norisring, Red Bull Ring, dan Hockenheim.
MUHAMMAD Sean Ricardo Gelael telah menyelesaikan seluruh balapan Formula 3 (F3) musim 2014. F3 Guai di Makau menjadi balapan terakhir yang diikuti pembalap yang baru genap berusia 18 tahun pada 1 November lalu itu.

Hasil tahun ini memang lebih baik daripada 2013. Tahun lalu putra mantan pereli Ricardo Gelael itu gagal menyelesaikan lomba. Tahun ini, pada balapan Minggu (16/11), Sean, tampil mengesankan dan finis ke-15.Padahal, Sean start dari urutan gerak awal (start) ke-25.

Rabu, 19 November 2014

Formula 1 tidak Butuh Generasi Muda

KETIKA banyak cabang olahraga lainnya membidik anak-anak muda sebagai sasaran utama promosi mereka, tidak demikian halnya dengan Formula Satu (F1). Gelaran jet darat itu menegaskan tidak menjadikan generasi muda sebagai target sponsor mereka.

Alasannya, anak-anak muda bukan kalangan yang banyak uang. Padahal, F1 olahraga yang sangat mahal.
Hal itu dikatakan sendiri oleh bos F1, Bernie Ecclestone. Menurut sang supremo, dia sama sekali tidak tertarik menggaet anak-anak muda melalui media sosial untuk mengatasi krisis keuangan yang mereka alami.

“Saya sama sekali tidak tertarik untuk menge-tweet, Facebook, atau apa pun omong kosong itu,“ tegas Ecclestone.

Senin, 17 November 2014

Wushu tanpa Target Medali

INDONESIA tidak menargetkan medali dalam Kejuaraan Dunia Wushu nomor sanda (tarung) yang akan berlangsung di Jakarta 20-21 November mendatang. Meski demikian, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) berharap empat atlet yang diturunkan dalam kejuaraan dunia ke-7 itu dapat menuai prestasi di antara para juara dunia yang tampil.

Sekretaris Jenderal PB WI Iwan Kwok mengungkapkan target realistis ialah meningkatkan performa dan prestasi. Junita Malau yang akan turun di kelas 48 kg), Hertati (52 kg), Moria Manalu (65 kg), dan Edowar Virnanda (52 kg) diharapkan setidaknya bisa bersaing dengan atlet wushu dunia.

“Kita ingin lihat level atlet kita di tingkat dunia itu sejauh mana, terutama di antara negara-negara yang melahirkan banyak atlet Sanda hebat, seperti Tiongkok, Iran, Rusia, dan Kazakhstan. Kita ingin bisa memotivasi atlet, pelatih, pembina untuk berprestasi di tingkat dunia,” kata Iwan di Jakarta, kemarin .

Minggu, 16 November 2014

Peluang Murray ke Semifinal Terbuka

Roger Federer makin dekat ke semifinal. Peluang mengudeta peringkat satu dunia dari Novak Djokovic masih terbuka. Dengan dua kemenangan, Federer yang merupakan unggulan kedua makin mendekati semifinal.

ANDY Murray menjaga asa di ATP World Tour Finals setelah menang di laga kedua penyisihan Grup B. Ketika menghadapi petenis Kanada Milos Raonic di O2 London, kemarin, Murray unggul 6-3, 7-5.
Kemenangan itu membuat Murray menjaga peluang lolos ke semifinal setelah di laga pertama ditundukkan petenis Jepang Kei Nishikori.

Sabtu, 15 November 2014

Menang di Laga Perdana Nishikori Buka Jalan

KEI Nishikori melakukan debut di ajang ATP World Tour Finals dengan gemilang. Petenis Jepang itu tampil luar biasa dengan mengalahkan petenis favorit tuan rumah Andy Murray 6-4, 6-4 dalam pertandingan perdana Grup B di O2 Arena, London, Inggris, Minggu (9/11).

Itu merupakan kemenangan kemenangan pertama Nishikori atas Murray dari empat pertemuan keduanya. Di tiga pertemuan sebelumnya sejak 2011, Nishikori selalu kandas.

“Pertandingan berjalan ketat pada awal laga, tapi kemudian saya mulai nyaman dengan permainan saya dan bisa mendapat kepercayaan diri khususnya di set kedua. Saya tidak sabar untuk pertandingan berikutnya,” ujar peraih empat gelar ATP Tour tahun ini tersebut. Kemenangan atas Murray menjadi modal besar Nishikori menghadapi laga selanjutnya.

Di penampilan kedua, Nishikori akan menghadapi petenis Roger Federer dari Swiss. Bagi Murray, kekalahan dua set langsung di laga perdana membuat peluang lolos ke semifi nal sedikit mengecil. Di laga kedua, Murray dituntut untuk menang atas Milos Raonic (Kanada).

“Tentu saja mengecewakan kalah di pertandingan pertama. Dia (Nishikori) mampu mendikte pertandingan. Kami berdua berjuang keras di awal laga tapi Nishikori bermain lebih baik di akhir set pertama dan mendapatkan kepercayaan diri dari kondisi itu,” kata Murray.

Dalam laga lain di Grup B, Federer sukses menundukkan Raonic 6-1, 7-6. Kemenangan itu pembalasan Federer atas Raonic yang me nyingkirkannya di perempat fi nal Paris Masters dua pekan lalu. Federer yang berambisi mengudeta Djokovic sebagai petenis nomor satu dunia hanya membutuhkan waktu 90 menit untuk menyudahi perlawanan petenis Kanada itu.

“Saya bermain baik di satu setengah set dalam pertandingan tersebut. Untungnya, dia (Raonic) tidak bermain cukup baik seperti saat di Paris. Sangat penting untuk bisa mendapatkan momentum yang baik di awal seperti saat saya melawan Raonic di Cincinnati dan Wimbledon. Saya bersyukur bisa menang,” kata petenis gaek 33 tahun itu. (AFP/ Gnr/R-2) Media Indonesia, 11/11/2014, halaman 26

Jumat, 14 November 2014

Rosberg Perbesar Peluang

Dengan poin ganda di GP Abu Dhabi, peluang Rosberg dan Hamilton untuk menjadi juara dunia 2014 sama besar. NICO Rosberg memperbesar asa meraih gelar juara dunia Formula 1 (F1) setelah memenangi GP Brasil di Sirkuit Interlagos, kemarin.

Pembalap tim Mercedes tersebut sukses mempecundangi rekan setimnya, Lewis Hamilton, dengan merebut podium utama. Rosberg memenangi balapan dengan waktu 1 jam 30 menit 2,555 detik. Ia unggul 1,457 detik atas Hamilton yang fi nis di posisi dua, sedangkan posisi tiga ditempati pembalap Wil liams Felipe Massa.

Tambahan 25 poin dari kemenangan kelima musim ini membuat Rosberg telah mendulang 317 poin. Ia kini tertinggal 17 poin dari Hamilton yang berada di puncak klasemen. Hasil di GP Brasil menjadikan seri terakhir yaitu GP Abu Dhabi akan menjadi ajang penentuan siapa yang terbaik antara Rosberg dan Hamilton.

Dengan menyediakan poin ganda, 50, bagi pemenang, peluang keduanya sama besar untuk menjadi juara dunia. Selain memperlebar peluang menjadi juara, kesuksesan Rosberg di Interlagos sekaligus menghentikan rangkaian lima kemenangan beruntun Hamilton musim ini. Kemenangan itu menjadi kemenangan pertama bagi Rosberg yang terakhir kali menjuarai seri balapan musim ini di kampung halamannya (GP Jerman) Juli lalu.

“Saya belajar dari kesalahan di Austin (GP AS) dan kali ini dapat melakukannya dengan baik, jadi ini merupakan langkah besar di jalan yang benar.

Sekarang saya berharap banyak di Abu Dhabi dan semoga bisa mempertahankan apa yang saya raih di Brasil,” kata Rosberg.

Bagi Mercedes, ini merupakan kali ke-11 dua pembalap mereka menguasai dua podium teratas musim ini. Hasil itu mematahkan rekor duo pembalap McLaren, Ayrton Senna dan Alain Prost, yang 10 kali menguasai podium satu dan dua pada 1988. Di samping persaingan Rosberg dan Hamilton, GP Brasil menjadi momentum bagi Massa.

Meski tidak juara, pembalap tuan rumah itu sukses menuai pujian karena berhasil meraih podium di kampung halamannya. Podium ketiga di GP Brasil menjadi podium kedua pembalap 36 tahun itu musim ini setelah fi nis ketiga di GP Italia.

Perjuangan pembalap Williams tersebut di tanah kelahirannya terhitung berat. Sejumlah kesalahan dilakukan Massa saat lomba. Ia harus menerima penalti 5 detik akibat melanggar batas ke cepatan di pit-lane dan salah masuk paddock saat melakukan pit stop berikutnya. Massa berhenti di paddock McLaren saat pit stop kedua.

Walau kehilangan beberapa detik, Massa mampu bangkit dan mengatasi ketinggalan dan finis di belakang Rosberg dan Hamilton.

“Semua yang terjadi di balapan ini sangat menakjubkan. Yang terpenting saya dapat memaksimalkan kecepatan mobil dan saya akui kecepatannya sangat kompetitif. Saya berhasil melewati sejumlah pembalap dan melebarkan jarak dengan Button. Balapan yang menyenangkan dan terima kasih kepada fan saya,“ kata Massa.(autosport/R-2) Media Indonesia, 11/11/2014, halaman 26

Kamis, 13 November 2014

Anak Tambah Motivasi Djokovic

Nadal jadi petenis paling `sengsara' di penutup musim ini karena hanya bisa jadi penonton.
PETENIS Serbia Novak Djokovic percaya sensasi menjadi seorang ayah memberikan motivasi yang sempurna baginya. Djokovic kini berada dalam persaingan ketat dengan petenis peringkat dua dunia Roger Federer untuk berebut gelar di ATP World Tour Finals 2014 dan juga peringkat pertama di akhir tahun ini.

Djokovic resmi menjadi ayah bulan lalu setelah istrinya, Jelena, melahirkan bayi lelaki yang diberi nama Stefan. Di saat orang lain kesulitan mengatur ritme hidup ketika baru menjadi seorang ayah, Djokovic justru dengan cepat menyesuaikan diri.

Ia bahkan merayakan kelahiran anaknya dengan kembali ke lapangan, hanya selang beberapa hari Hebatnya, gelar Paris Master berhasil ia rebut. Gelar itu memperpanjang kemenangan beruntunnya menjadi 27 kali.

“Istri saya dan saya telah diberkati dengan menjadi orangtua dan itu merupakan hal terindah yang kami alami.Kami harus memiliki lebih banyak anak sepertinya! Itu merupakan pekan yang fantastis dan saya harap bisa berlanjut.Tentu saja segalanya berubah secara psikologis ketika kau bermain untuk seseorang.“

Atas dasar itu pula Djokovic semakin optimistis menyongsong ATP World Tour Finals 2014 bersama tujuh petenis terbaik dunia lainnya di London, Inggris. Ia bahkan mengaku sangat tenang menghadapi laga pertamanya melawan Marin Cilic, hari ini.

Ia juga mengaku tidak segan meminta saran dari rekan seprofesinya yang sekaligus juga pesaingnya di lapangan Roger Federer. Petenis Swiss itu memang lebih dulu menjadi ayah dan ia menasihati Djokovic bagaimana menyeimbangkan waktu untuk karier dan keluarga.

“Dia menjadi salah satu petenis pertama yang mengucapkan selamat kepada saya.Tentu saja dia bisa mengetahui apa yang akan saya lalui.“

Sementara itu, Federer yang juga berambisi merebut gelar ATP World Tour Finals ketujuhnya menuturkan, jika ada hal-hal yang mengganggunya, itu bukanlah soal anak. Federer akan menghadapi petenis Kanada Milos Raonic di laga perdana. Siap bangkit Di turnamen penutup musim tersebut, Djokovic berada satu grup dengan Tomas Berdych dan Stan Wawrinka, sedangkan Andy Murray dan Kei Nishikori berada satu grup dengan Federer.

Murray yang di laga awal menghadapi Nishikori mencanangkan kebangkitan di turnamen itu. Kontras dengan mereka, juara Prancis Rafael Nadal hanya bisa melihat para pesaingnya dari layar kaca. Pasalnya, ia masih harus istriahat pascaoperasi usus buntu. (AFP/AP/R-4) Media Indonesia, 10/11/2014, halaman 27